6 Negara Yang Menerapkan Larangan Judi Online

Judi Online Orang yang tidak paham akan aturan agama dan negara, menganggap judi sebagai salah hiburan yang akan memberikan penghasilan. Bahkan, sebagian besar dari mereka menjadikan judi sebagai sebuah profesi.

Agama dan negara melarang perjudi bukan tanpa sebab. Terlalu banyak kerugian yang akan dialami karena  berjudi. Tidak hanya secara materi, kerugian moral akan dialami oleh seorang penjudi. Karena hal tersebut, negara yang menerapkan larangan Judi Online maupun konvensional terus bertambah.

Adapun beberapa negara yang memang sudah lebih dulu menerapkan larangan judi antara lain :

 

Afghanistan

Pelarangan judi di Afghanistan berawal pada masa pemerintahan Taliban. Tidak hanya judi, Taliban juga melarang keras segala bentuk hiburan yang sifatnya melanggar aturan agama. Afghanistan menjadi salah satu negara dengan mayoritas penduduk beragama Islam.

Hal inilah yang menyebabkan Taliban melarang keras perjudian. Berdasar pada hukum Islam, Taliban mengeluarkan peraturan negara mengenai larangan berjudi dan larang terhadap segala hal yang memiliki unsur perjudian.

Indonesia

Negara yang melarang Judi Online dan konvensional selanjutnya adalah Indonesia. Anda mungkin sudah mengetahui, Indonesia memiliki undang-undang sebagai dasar hukum negara. Pelarangan judi pun diatur dalam undang-undang. Indonesia mengatur pelarangan judi dalam KUHP pasal 303, 303 bis.

Larangan perjudian juga diatur dalam undang-undang no.7 tahun 1974. Didalamnya berisi mengenai pemberatan atau perombakan hukuman terhadap pelaku perjudian. Ancaman hukuman perjudian ini adalah maksimal 10 tahun kurungan dan denda 25 juta rupiah.

Anda mungkin bisa menyimpulkan bahwa sebenarnya ancaman mengenai tindak perjudian sudah cukup jelas di Indonesia. Namun, Anda bisa melihat masih banyak orang yang tidak sadar akan hukum agama maupun negara. Ada sebagian dari mereka yang berpindah pada Judi Online agar tetap bisa berjudi namun tidak mudah diketahui orang banyak.

Namun, pada kenyataannya tidaklah demikian. Pemerintah Indonesia sudah melakukan pemblokiran situs-situs perjudian online. Di beberapa daerah juga sudah dibentuk satuan tugas anti judi. Hal tersebut menjadi salah satu bentuk usaha yang dilakukan pemerintah Indonesia untuk mengurangi angka perjudian di Indonesia.

Vatikan

Vatikan merupakan salah satu negara yang mayoritas penduduknya beragama Kristen Katolik. Negara ini menjadi salah satu negara anti judi karena memiliki rasa takut akan Tuhannya. Di negara ini tidak terdapat sedikit pun akses untuk perjudian, baik secara online maupun offline.

Sebagian besar penduduk Vatikan, terikat penuh dengan agama yang dianutnya. Hal ini menjadikan negara ini tidak memiliki celah sedikit pun untuk perkembangan Judi Online maupun konvensional.

Pemerintah Vatikan bahkan sempat merasa kesulitan untuk menentukan hukuman yang akan dijatuhkan kepada para penjudi. Satu-satunya alasan adalah karena jarangnya ditemukan kasus perjudian di negara ini.

Kepulauan Cayman

Kepulauan Cayman merupakan salah satu negara yang berbentuk pulau kecil. Seperti yang sudah diketahui, Cayman menjadi salah satu negara yang mampu menampung pajak yang besar karena beberapa bisnis yang ada disana.

Sekilas, Anda mungkin akan beranggapan bahwa Cayman akan melegalkan judi online ataupun konvensional. Pendapat tersebut nyatanya salah besar. Meskipun tidak menjatuhkan hukuman yang memberatkan para penjudi, Cayman mampu meminimalisir perjudian di negaranya.

Pakistan

Anda mungkin sudah mengetahui bahwa Pakistan menjadi salah negara Islam terbesar di dunia. Larangan judi dalam Islam, sudah dijelaskan secara terperinci di dalam Al-Qur’an. Banyak umat muslim Pakistan yang paham akan larangan tersebut.

Meskipun masih mungkin untuk berkembang, perjudian masih bisa diminimalisir karena pemerintah Pakistan pun memiliki peraturan yang mengatur tentang ancaman hukuman bagi para penjudi.

Uni Emirat Arab (UEA)

Jika dibandingkan dengan negara Islam lain, Arab Saudi memiliki hukum Islam yang sangat ketat. Demikian pula dengan hukum berjudi. Seperti yang diketahui, Islam melarang keras perjudian. Hal tersebut juga diterapkan di Arab Saudi. Ancaman hukuman bagi pelaku judi online adalah denda sebesar 200 dirham atau sekitar $5400.

Demikianlah beberapa negara yang sudah melarang keberadaan judi online maupun offline. Keenam negara tersebut menerapkan aturan yang berbeda-beda, namun memiliki tujuan yang sama yaitu meminimalisir segala dampak negatif yang disebabkan oleh perjudian. Di dalam agama pun sudah jelas larangannya. Menjauhkan diri dari dari segala hal yang dilarang menjadi salah satu bentuk ketaatan seorang umat beragama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *