Ini Alasan Mengapa Judi Online Dilarang

Judi Online  –  Sejarah judi di dunia, nyatanya sangatlah panjang. Bukan hanya ratusan tahun bahkan dikenal sejak tahun belum masuk ke dalam hitungan masehi, tepatnya disekitar 2300 SM. Di mana benda yang dipertaruhkan sesuai dengan kebutuhan mereka, seperti kerikil, batu, tongkat dan benda-benda kecilnya lainnya. Hingga kemudian judi masuk ke arena olah raga yang mulai dikenal pada tahun 5 SM.

Seiring berkembangnya zaman dan teknologi, kini judi ikut merambah dan membuat aksesnya menjadi lebih mudah. Bagaimana tidak, melalui sebuah gadget saja, siapapun sudah bisa melakukan judi online. Tahun 1994 adalah tahun di mana judi online mulai dikenal dan tidak bisa dilepaskan dari tekonologi hingga saat ini.

Lantas, bagaimana sebetulnya judi dipandang dari sudut agama? Rasanya semua orang tahu betul bahwa permainan tersebut dilarang bahkan oleh semua agama. Dan berikut ini adalah alasan mengapa judi dilarang.

Haram

Begitu mendengar kata haram, itu artinya tanpa alasan apapun Anda harus meninggalkan kegiatan tersebut. Di mana bila dilakukan itu berarti Anda telah melakukan dosa besar. Ini sama halnya dengan perbuatan lainnya seperti meminum minuman memabukkan, perbuatan zina, berkurban untuk berhala dan lain sebagainya.

Setan

Judi di larang di semua agama dan salah satu alasan mengapa judi online dilarang, ini karena judi merupakan bagian dari perbuatan setan. Dalam judi, setan akan terus mengelabui serta memperdaya pelakunya agar terus melakukan judi dan membuang semua akal sehatnya dengan memberikan rasa senang.

Bagaimanapun caranya, setan akan masuk ke dalam semua unsur yang berkaitan dengan manusia. Memanipulasi, menjerat sehingga manusia terus terjerumus dengan hal-hal yang dilarang oleh agama adalah hal yang paling disenangi oleh setan.

Najis

Salah satu sifat lainnya dari judi adalah najis. Di mana perbuatan ini juga haram hukumnya dan siapapun yang mendekati bahkan melakukannya, maka baginya adalah dosa besar. Seseorang yang terkena najis, artinya dilarang melakukan ibadah dengan Tuhannya. Dalam agama islam sendiri, najis sama artinya dengan mengonsumsi makanan yang dilarang, seperti memakan daging babi atau anjing.

Kehilangan

Kehilangan yang lebih besar merupakan alasan mengapa judi dilarang. Pelaku judi online yang sudah kecanduan sebisa mungkin memikirkan bagaimana ia bisa mendapatkan harta. Dengan cara apapun akan ia lakukan, termasuk diantaranya menipu sanak saudara, keluarga serta kerabat. Di sinilah kehilangan akan terasa sangat besar terutama setelah kepercayaan dan semua orang meninggalkannya.

Kehilangan sedikit uang mungkin tidak menjadi masalah pada awalnya, namun kehilangan keluarga adalah efek terbesarnya. Dan sulit rasanya untuk mengembalikan kehilangan yang menyangkut persaudaraan terutama bila telah melibatkan judi di dalamnya.

Musuh

Menciptakan musuh, kemudian saling membenci, saling mencela hingga akhirnya terputusnya tali silaturahim adalah bagian dari perbuatan setan. Dan ketika pelaku semakin akrab dengan judi, maka ia akan semakin egois, semakin merasa hebat hingga akhirnya kerap berseteru dengan semua manusia. Semua kawan adalah musuh baginya, karena ia takut jika ada orang lain yang akhirnya unggul dan menang dalam perjudian bila dibandingkan dengan dirinya.

Siapapun yang melarangnya melakukan judi akan dianggap musuh dan tidak mendukung dirinya melakukan kesenangan.  Hingga akhirnya tidak sedikit pelaku perjudian lebih memilih minuman keras sebagai teman. Karena hanya akan membuatnya lebih tenang dan senang tanpa gangguan.

Membuang Waktu

Menimbulkan kesenangan hingga akhirnya pelaku judi rela kehilangan seluruh harinya dengan berjudi merupakan alasan mengapa judi online dilarang. Ketagihan dengan semua tantangan yang diperoleh dari berjudi membuat siapapun akhirnya akan lalai dengan tugas lainnya. Jangankan mengingat Tuhannya, pelaku judi bisa saja melupakan keluarga bahkan anak dan istri atau suaminya.

Tidak sedikit diantara mereka yang menghabiskan waktu untuk bergadang hanya demi menghilangkan rasa penasaran. Kali ini ia menang kemudian berharap kemenangan lain yang lebih besar. Namun begitu kekalahan yang ia dapat, bukan berarti ia akan menghentikan permainannya karena ia yakin bahwa pada permainan berikutnya ia akan mendapatkan kemenangan yang ia impikan.

Itulah alasan mengapa judi online dilarang, terutama dari sudut pandang agama. Namun entah mengapa masih banyak juga pelaku yang terus terperosok bahkan lebih dalam lagi melibatkan diri dari perjudian. Dan semoga kita semua dijauhkan dari hal-hal buruk yang demikian.

Baca Juga : Hukum Kasino Judi Online Di Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *