Inilah Faktor-faktor Yang Menyebabkan Seseorang Melakukan Judi Online

Judi Online Semakin minimnya kesadaran masyarakat akan dampak buruk dari perjudian, menyebabkan angka perjudian di Indonesia setiap tahunnya terus meningkat. Belum lagi untuk melakukannya saat ini semakin mudah karena perkembangan teknologi.

Sudah menjadi rahasia umum bahwa judi saat ini bisa dilakukan secara online. Karena kemudahannya, judi online menjadi sangat digemari. Gambling online ini sudah hadir sejak tahun 1994.

Kemunculannya berawal dari diloloskannya fakta perdagangan bebas oleh negara Karibia Antigua dan Barbuda. Karena fakta tersebut Karibia dan Barbuda mengizinkan setiap organisasi yang ingin membuka gambling online ini. Kemunculan judi secara online tersebut hingga saat ini masih banyak diminati dan tentunya banyak memakan korban.

Tentu saja, judi bisa menyebabkan rusaknya pribadi seseorang. Bahkan, dengan judi seseorang bisa melakukan tindak kriminal. Bukan tak beralasan, mereka melakukannya tentu agar bisa mendapatkan sesuatu yang bisa membuatnya bisa bermain. Lalu apa sebenarnya alasan mereka melakukan judi online? Berikut ini akan dibahas mengenai faktor penyebab seseorang berjudi.

Kondisi Ekonomi

Kebanyakan, seorang penjudi adalah mereka yang memiliki ekonomi yang rendah. Dapat meningkatkan taraf hidup adalah alasan mereka berjudi. Ini karena mereka mungkin sudah kehilangan akal untuk bisa memperbaiki ekonomi mereka.

Sebelum mengenalnya, para penjudi menganggap judi menjadi sebuah usaha mereka untuk mendapatkan uang namun dengan modal yang kecil. Mereka juga menganggap judi menjadi usaha mereka untuk mendapatkan penghasilan namun tanpa harus mengeluarkan banyak tenaga.

Kondisi Sosial

Selain ekonomi, kondisi sosial juga menjadi salah satu penyebab seseorang melakukan judi online. Kondisi sosial di tempat mereka tinggal tentu sangatlah berpemgaruh. Jika mereka berada di lingkungan beragama dan bermoral, mereka tentu tidak akan mungkin untuk melakukan perbuatan yang buruk, termasuk berjudi.

Dalam pandangan agama pun demikian. Seseorang akan terbawa baik jika lingkungannya baik, begitupun sebaliknya. Agama tentu memandang judi sebagai salah satu perbuatan tercela yang harus dihindari. Tidak hanya bertentangan dengan agama, judi juga menjadi perbuatan yang sangat bertentangan dengan moral.

Faktor Situasional

Penyebab seseorang melakukan judi online ini biasanya dialami oleh mereka yang berjudi karena terpaksa. Dalam hal ini mereka terjebak dalam keadaan, dimana mungkin kawan sebaya atau lingkungannya menekan sang calon penjudi untuk turut dalam perjudian.

Tekanan tersebut membuat mereka akan merasa takut jika tidak menurutinya. Tidak hanya itu, mengatasnamakan kesetiakawanan, akan muncul perasaan tidak enak dalam dirinya jika harus menolak keinginan rekannya tersebut.

Tidak hanya karena tekanan teman atau sekelompok orang, seseorang akan memutuskan untuk berjudi salah satunya karena sebuah metode pemasaran yang dilakukan oleh sebuah pihak pengelola perjudian. Pemasaran ini tentu akan memberikan tekanan tersendiri bagi si calon penjudi.

Promotor judi online tentu saja akan selalu mengekspose para penjudi yang berhasil. Ini mampu membuat si calon penjudi akan berfikir bahwa kemenangan dalam perjudian adalah hal yang sangat mudah untuk didapatkan. Padahal pada kenyataannya tidaklah demikian.

Kemenangan dalam berjudi merupakan satu hal yang sangat sulit untuk didapatkan. Bagi mereka yang mengerti akan aturan agama hal tersebut bukanlah hal yang asing bagi mereka. Dalam hal inilah agama memiliki peranan penting dalam kehidupan seorang manusia.

Persepsi Probabilitas Kemenangan

Dalam hal ini persepsi yang dimaksud adalah persepsi terhadap peluang menang yang akan diperoleh oleh si penjudi. Persepsi inilah yang menjadikan seorang penjudi sulit untuk meninggalkan judi.

Mereka yakin bahwa ketika mereka kalah mereka akan menang di permainan selanjutnya. Dan ketika kemenangan tersebut berhasil mereka dapatkan, kecil kemungkinannya mereka untuk merasa puas dengan kemenangan tersebut.

Mereka akan kembali bermain karena ingin merasakan keuntungan yang sama dari kemenangan sebelumnya. Ini tidak akan berhenti hingga si penjudi sadar bahwa judi hanya akan membuat dirinya sengsara.

Persepsi terhadap Keterampilan

Tidak sedikit dari mereka yang berjudi menganggap kemenangan dalam bermain adalah sebuah prestasi. Mereka merasa dirinyalah yang paling terampil dalam bermain.  Mereka yang tidak bermoral akan bangga dengan hal tersebut. Bukan tidak mungkin mereka tidak akan malu lagi untuk mempublikasikan ‘kebanggaannya’ tersebut.

Demikianlah beberapa faktor yang menyebabkan seseorang melakukan judi online. Semoga kita selalu dijauhkan dari perbuatan-perbuatan tercela yang akan merugikan. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *